Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Khas Wisata ~Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta, Kali ini admin bagikan objek Wisata Jakarta yaitu membahas sebuah lokasi wisata di Jakarta yang sangat menarik selain Tugu Monas yaitu berupa tempat museum yang boleh dibilang koleksinya sangat banyak, dan bernilai sangat tinggi, bukan hanya buat bangsa Indonesia, tetapi juga untuk peradaban dunia. Lokasi wisata edukasi ini masih terletak di dekat Monumen Nasional Jakarta, yaitu di jalan penggalan antara Istana Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110, IndonesiaJam buka: Hari ini buka · 08.00–17.00

Museum Gajah sebenarnya bernama Museum Nasional. Lokasi wisata ini adalah warisan dari pemerintah kolonial Belanda. Berdirinya Museum Nasional diawali dengan berdirinya himpunan yang bernama Bataviaasch Genootscahp van Kunsten en Wetenscappen, yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada 24 April 1778. Salah satu pendirinya, yaitu JCM. Radermacher lalu menyumbangkan rumahnya dan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna ke Himpunan ini. Dan seiring dengan bertambahnya koleksi, maka lokasi museum dipindahkan ke lokasi yang sekarang, pada tahun 1868.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Patung Gajah yang jadi icon Museum Nasional, Jakarta
Pada tahun 1871, terdapat kunjungan dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand, yang menyumbangkan sebuah patung gajah dari perunggu. Patung itu diletakkan di halaman Museum Nasional sampai sekarang, sehingga wisatawan mengenal Museum Nasional sebagai Museum Gajah atau Gedung Gajah.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Perahu kuno terbuat dari kayu solid di Museum Nasional, Jakarta

Museum Nasional memiliki lebih dari 140.000 koleksi, yang terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, keramik asing, numismatic/heraldik, kolonial etnografi, dan geografi. Sebagian besar koleksi diperoleh pada masa pemerintahan kolonial Belanda, melalui ekspedisi militer, ekspedisi ilmiah, hadiah atau pemberian, Zending dan dari hasil pembelian.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Baju kuno koleksi Budaya Museum Nasional, Jakart

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Salah satu benda budaya koleksi Museum Nasional, Jakarta

Kunjungan Wisata kita bisa dimulai dari bangunan lama, kita bisa melihat koleksi kebudayaan masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, mulai dari alat musik, baju kuno, alat angkut tradisional, seperti perahu, patung-patung artefak, dan banyak koleksi budaya lainnya. Setelah itu ada satu ruang khusus berisi miniatur dari berbagai rumah adat masyarakat tradisional di Indonesia. Satu yang menarik, adalah ada satu perahu dari kayu solid, yang ukurannya sangat besar, mungkin bisa diisi dua puluh penumpang. Juga ada patung kayu solid yang tingginya hampir sampai plafon ruangan, padahal mungkin tinggi plafon ruangan 8 meter.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Koleksi Alat Musik Tradisional Museum Gajah, Jakarta

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

 Koleksi Wayang Kulit Museum Gajah, Jakarta

 Setelah itu, wisatawan bisa melihat koleksi keramik.Koleksi keramiknya juga cukup banyak. Mulai dari gerabah berukuran besar sampai piring dan mangkuk dapat ditemui di sini. Jenisnya juga beragam, mulai green celadon, retak seribu, sampai keramik berwarna-warni ada di sini.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Koleksi Keramik Peninggal Kuno Di Museum GajahUntuk koleksi arca diletakkan di halaman tengah dari bangunan lama. Wisatawan bisa berjalan di lorong sepanjang taman innercourt sambil menikmati suguhan berbagai arca yang memukau. Tak jauh darinya, di bagian ujung dekat pintu keluar, ada satu ruangan berisi koleksi meja dan kursi, serta lampu kuno, disamping beberapa meriam dan perabot lainnya.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

 Inner Court dan lorong Museum Gajah dipenuhi Arca

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

 Di Lantai atas bangunan lama ada koleksi khasanah dari emas dan perak, seperti keris dan senjata, perhiasan bangsawan jaman dahulu, sampai dengan kursi tahta dan mahkota kerajaan kuno. Wisatawan dilarang mengambil foto di ruang khasanah ini untuk alasan keamanan.

Menuju bangunan baru, wisatawan mulai disuguhi dengan koleksi peninggalan prasejarah dan arkeologi. Koleksi prasejarah dan arkeologi Museum Nasional termasuk koleksi yang memukau. Di dalamnya terdapat tengkorak dan fosil manusia purba, kerangka manusia purba dalam makam, sisa-sisa alat-alat berburu dan bekerja dari peradaban yang sangat tua. Juga ada sedikit fosil dari hewan purba. Namun untuk koleksi manusia purba, koleksi Museum Nasional terbilang menarik. Di dalamnya ada tengkorak manusia Sangiran, dan bahkan ada tengkorak Manusia Flores.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

 Tengkorak Manusia Purba di Museum Nasional, Jakarta

Manusia Flores/ Homo Floresiensis adalah fosil manusia yang kecil atau katai. Rangka koleksi Museum Nasional ini adalah satu dari tujuh rangka Manusia Flores yang menghebohkan dunia. Rangka Manusia Flores ini ditengarai merupakan penghubung antara Homo Erectus termuda yang berusia antara 200.000 sampai 100.000 tahun, dengan Homo Sapiens tertua yang berusia antara 20.000 sampai 13.000 tahun.

Sejarah Museum Gajah Sebagai Museum Nasional Indonesia Di Jakarta

Home Floresiensis, menghebohkan karena dianggap penghubung Homo Erectus termuda dengan Homo Sapiens tertua

Di lantai atasnya adalah hasil peradaban manusia mulai dari yang tertua, sampai memasuki jaman modern. Di dalamnya terdapat tulisan, mulai dari bentuk prasasti, tulisan kuno, cap stempel kerajaan, alat bertani purba, sampai alat bekerja awal jaman modern seperti sepeda kuno, jam kuno, alat navigasi kapal, bel, tulisan di makam kuno, berbagai hasil produksi tambang, seperti lempengan emas, keramik dan lain sebagainya.

Untuk koleksi numismatik atau uang kuno, terus terang penulis tidak berhasil menemukannya. Padahal sebelum musium di pugar, penulis mengenali beberapa koleksi dari Museum Nasional seperti beberapa keping uang emas Aceh, uang tembaga Bonk 1/4 stuvier, beberapa keping uang Gulden tembaga VOC dan Hindia Belanda. Tapi di bagian bangunan baru sempat melihat satu keping uang Banten kuno, yang diletakkan bersama beberapa stempel kuno. Juga ada beberapa uang perak yang sudah tak terbaca tulisannya. Di bagian khasanah emas juga ada lempengan uang emas yang sudah tidak jelas bacaannya. Buat saya yang penggemar uang kuno, terasa sedikit kecewa untuk hal yang satu ini. Mungkin lokasi penyimpanannya belum saya temukan, karena banyak berubah dari sebelum di renovasi. Tapi kekecewaan segera terobati, saat akan pulang, memandang keindahan gajah perunggu berwarna kehijauan, yang menjadi icon dari Museum Nasional ini. Gajah ini memang sangat cantik.

Kalau anda ingin mengenal peradaban manusia di masa lalu, memang Museum Nasional di Jakarta ini adalah tempat yang tepat untuk anda kunjungi. Sambil berwisata, wawasan kita bertambah.
Foto gambar dan sumber artikel dari  www.jakarta-wisata.blogspot.com

View Lokasi Via Google Maps
Baca juga :

Mungkin itulah Artikel Review Kali ini kami sampaikan, semoga tambah wawasan kita dalam dunia Pariwisata khusunya bagi anda yang suka berpergian mengeliling tempat-tempat terbaik dan populer, selamat traveling

10 Cara Mengatasi Susah Tidur Mungkin Anda Insomnia ?

Daftar Tempat Wisata di Pulau Lombok Indonesia