Sekjen NATO: Rezim Gaddafi Telah Berakhir

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan rezim penguasa Libya Muammar Gaddafi sedang mendekati akhir karena tekanan yang meningkat terhadapnya untuk berhenti berkuasa.
“Permainan berakhir untuk Gaddafi. Dia harus menyadari lebih awal daripada kemudian baru sadar sudah tidak ada masa depan baginya atau rezimnya,” Rasmussen mengatakan seperti dikutip AFP pada hari Minggu kemarin (8/5).
Pimpinan NATO ini juga mengatakan serangan udara yang dilakukan oleh aliansi militer dengan tujuan melindungi warga sipil akan terus brlanjut sampai Gaddafi melepaskan kekuasaannya.
Sementara itu, pasukan oposisi, terperangkap dalam pengepungan berdarah di kota barat Misratah, mereka sekali lagi mengkritik kelambanan NATO menargetkan pasukan pemerintah Gaddafi dan membiarkan pasukannya bergerak maju lebih lanjut ke kubu posisi revolusioner.
Negara yang terlibat dalam perang Libya baru-baru ini menyetujui pembentukan dana secara finansial untuk membantu pasukan revolusioner dalam melawan pasukan Gaddafi, pada saat operasi NATO menuju ke dalam kebuntuan.
Namun, situasi kemanusiaan di Misratah masih memprihatinkan, karena pelabuhan di kota itu, yang merupakan akses satu-satunya keluar, masih belum aman karena loyalis Gaddafi tetap menyerang pelabuhan itu.
Situasi ini dilaporkan tidak lebih baik di Tripoli di mana orang berdiri berbaris panjang untuk mendapatkan bahan bakar. Pemerintah Gaddafi sendiri telah menyalahkan kekurangan bahan bakar akibat serangan NATO.
Pesawat-pesawat tempur NATO baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap sasaran di ibukota Libya, Tripoli, sebuah langkah yang berada di bawah kritik keras dari Cina dan Rusia ketika serangan menyebabkan kematian putra Gaddafi, Saif al-Arab, dan tiga cucu penguasa itu pada 30 April lalu.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

TV Pemerintah: Sekelompok Pemberontak Libya Menyerahkan Diri

Genderang Perang Amerika Serikat Terhadap Teroris Berlanjut