Serangan Udara NATO Lukai 16 Pasukan Oposisi Libya

Setidaknya 16 pasukan revolusioner Libya terluka dalam serangan NATO di posisi mereka di dekat kota Ajdabiyah di timur negara tersebut, laporan mengatakan.
Farag al-Moghraby, juru bicara pasukan revolusioner Libya, mengatakan serangan terjadi di dekat desa Gabs Amreer, sekitar 30 km barat laut Ajdabiyah, Reuters melaporkan pada Jumat ini (17/6).
Ajdabiyah adalah kota utama di wilayah barat yang menjadi benteng kubu revolusioner dari Benghazi Libya di timur laut.
Moghraby menambahkan bahwa serangan itu kemungkinan besar serangan udara NATO yang keliru menghantam lokasi pejuang revolusioner.
“Kami sedang menyelidiki dari mana serangan udara itu berasal, entah itu pasukan NATO atau Gaddafi,” ia melanjutkan mengatakan. Ini bukan pertama kalinya aliansi militer menyerang pasukan oposisi di Libya.
Menurut laporan media, pasukan revolusioner Libya baru-baru ini membuat keuntungan baru terhadap pasukan rezim Gaddafi di timur dan barat negara yang terkena krisis tersebut.
Mereka telah dilaporkan berhasil memaksa mundur pasukan rezim dari kota barat Kikla sekitar 150 kilometer barat daya ibukota Libya, Tripoli.
Di timur, pasukan revolusioner telah meluncurkan lebih banyak serangan terhadap pasukan yang setia kepada penguasa Libya Muammar Gaddafi di dekat kota minyak Brega.
NATO sendiri telah mengintensifkan kampanye di Libya untuk mengatasi kebuntuan di bagian wilayah timur negara itu, dengan melakukan serangan udara terhadap pasukan yang setia kepada Gaddafi. (fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Sejumlah Perwira Tinggi Militer Suriah Berlindung di Turki

Hillary Clinton Kecam Gaddafi yang Gunakan Perkosaan sebagai Alat Perang