Sesumbar Iran Kirim Negara Lawan ke Neraka

Tidak lama setelah keberhasilan peluncuran roket Sejil-2, Presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam pidatonya mengatakan bahwa negara tersebut akan menghancurkan negara manapun yang digunakan sebagai sebuah landasan peluncuran untuk sebuah operasi militer yang mungkin melawan Iran.
“Hari ini Iran memiliki kekuatan untuk mengubah pangkalan apa pun yang menembakkan sebuah peluru pada Iran ke dalam Neraka,” Ahmadinejad mengatakan dalam sebuah pidato di pusat Semnan.
“Dalam beberapa kekuatan dunia yang dulu mengancam Iran tetapi hari ini mereka tidak dapat mengancam Iran dengan kekuatan militer mereka,” ia mengatakan.
“Hari ini kami mendeklarasikan bahwa tidak ada negara yang memiliki kekuatan untuk mengancam Iran,” agen berita Mehr mengutip Ahmadinejad.
“Sayangnya, hari ini terdapat beberapa orang yang berpikir bahwa berkompromi dengan musuh-musuh akan menghapuskan ancaman tetapi pengalaman telah menunjukkan bahwa kapanpun Iran melunakkan pendiriannya, para musuh semakin berani,” ia menambahkan.
“Jika kami ingin ancaman dihapuskan, kami seharusnya dengan tabah menentang para musuh,” Ahmadinejad menyimpulkan.
Sementara itu, pihak AS mengatakan bahwa program misil Iran tidak memperkuat keamanan Iran “tetapi malah membuat mereka kurang aman.”
Dalam sebuah rapat dengar pendapat kongres yang diadakan pada Rabu, Menteri Pertahanan, Robert Gates, mengatakan bahwa laporan awal menyarankan bahwa peluncuran uji coba yang diumumkan oleh Iran merupakan sebuah sukses dan bahwa misil tersebut memiliki sebuah jangkauan setidaknya 2.000 kilometer (1.200 mil).
“Informasi yang saya dengar mengindikasikan bahwa uji coba tersebut merupakan sebuah uji coba penerbangan yang sukses,” Gates mengatakan pada sebuah rapat dengar pendapat kongresional ketika ditanyai tentang peluncuran tersebut.
Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Barack Obama telah “melanjutkan kekhawatiran” tentang upaya misil balistik dan “ambisi nuklirnya”.
Obama khawatir “tentang program pengembangan misil Iran, pengejaran kemampuan dan teknologi persenjataan nuklir,” juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan.
Presiden AS memegang “keyakinan kuat bahwa pengejaran dari program tersebut tidak memperkuat keamanan Iran tetapi malah membuat mereka kurang aman,” ia mengatakan.
Bagaimana pun juga, menurut pejabat, Gedung Putih berdiri oleh upaya-upaya pemerintahan untuk membuka dialog diplomatik dengan Iran kendati pun uji coba misil dan pendekatan didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, selama peembicaraannya dengan Obama. (ppt/ptv)
Sumber: http://suaramedia.com

Ikuti Eropa, Amerika Desak Obama Hapus MKO Dari Daftar Hitam

Pengacara Saddam Hussein Beberkan Rancana Rahasia 2006