Swiss Tolak Usir WikiLeaks

VIVAnews – Dalam jangka waktu tiga hari, tiga perusahaan internet Amerika Serikat memutuskan hubungannya dengan WikiLeaks, diantaranya adalah penyedia server Amazon, penyedia domain EveryDNS.net dan penyedia layanan pembayaran online PayPal.

 
Pendiri WikiLeaks Julian Assange (AP Photo/Max Nash)

Akhirnya, WikiLeaks terpaksa memindahkan layanan servernya ke berbagai tempat, salah satunya adalah server Bahnhof�s di Swedia. Sementara untuk domainnya, menurut pemantauan VIVAnews, WikiLeaks memiliki beberapa Negara sebagai penyedia domain layanannya, diantaranya adalah Swiss (.ch), Jerman (.de) dan Belanda (.nl).

Seperti dilansir dari laman The Guardian, Sabtu, 4 November 2010, pemerintah Amerika Serikat yang semakin gerah atas tingkah WikiLeaks, melakukan tekanan terhadap perusahaan pemilik domain tersebut untuk menghentikan layanannya. Namun, perusahaan domain Swiss, Switch, ini menolak untuk melakukannya.

Mereka mengatakan bahwa permintaan yang dilakukan langsung oleh AS dan Prancis tersebut tidak masuk akal. Perusahaan domain milik pemerintah Swiss ini mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk menghentikan layanannya terhadap WikiLeaks.

Sikap Switch ini disampaikan oleh Presiden Partai Bajak Laut Swiss (Swiss Pirate Party), Denis Simonet, yang mengatakan bahwa Switch telah memastikan kepadanya bahwa mereka tidak akan memblokir WikiLeaks. Partai Bajak Laut Swiss inilah yang membantu mendaftarkan nama domain Wikileaks.ch kepada Switch.

�Beberapa menit yang lalu saya memperoleh kabar bahwa Switch tidak akan menghentikan WikiLeaks,� ujarnya.

Sementara itu, pemimpin Partai Bajak Laut Internasional di Inggris, Laurence Kaye, mengatakan bahwa partai-partai bajak laut di seluruh Eropa memiliki peran besar dalam kelangsungan akses WikiLeaks.

�Kami mendukung proyek WikiLeaks karena akses menuju informasi adalah adalah syarat demokrasi yang kuat,� ujarnya.
� VIVAnews

Polisi Usut Bocoran WikiLeaks Soal Amrozi cs

Akun Milik WikiLeaks Diberangus PayPal