Tak Lagi Bebas di Afghanistan, Al-Qaeda Merambah Afrika

Di tengah berlangsungnya pembicaraan rahasia antara Taliban Afghanistan dan AS, ditambah dengan operasi militer skala besar yang dilancarkan Pakistan terhadap gerilyawan di wilayah perbatasan, sejumlah pemimpin senior Al-Qaeda dilaporkan telah pindah ke Afrika untuk mencari tempat baru, demikian diungkapkan oleh sumber-sumber intelijen.

“Mereka mengalami kemacetan di Afghanistan, karena sejumlah persembunyian mereka, termasuk beberapa buah markas di Waziristan Selatan, telah mampu diambil alih oleh tentara,” kata seorang pejabat intelijen senior Pakistan, yang banyak dihubungkan dengan isu-isu Afghanistan, kepada IslamOnline tanpa bersedia menyebutkan namanya.

“Mereka tidak dapat lagi bergerak bebas dari Afghanistan ke Pakistan,” kata pejabat tersebut. “Oleh karena itu, pilihan terbaik bagi mereka adalah mencari alternatif lain.”

Setidaknya ada enam orang prajurit terbunuh pada hari Sabtu, 21 November lalu, dalam sebuah bentrokan antara tentara dan kelompok milisi lokal di wilayah suku Pakistan.

Hampir 30.000 orang pasukan, dengan didukung oleh kekuatan udara dan artileri, melancarkan serangan besar-besaran ke Waziristan Selatan, sebuah kawasan yang dikenal sebagai markas Taliban di dekat perbatasan Afghanistan, pada pertengahan bulan Oktober.

Militer Pakistan mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan beberapa lubang galian dan tempat penyimpanan senjata dan amunisi di sejumlah lokasi.

AS mengatakan bahwa daerah pegunungan yang sulit diakses telah menjadi tempat perlindungan kelompok Taliban dan Al-Qaeda.

Pejabat intelijen senior Pakistan mengatakan bahwa Afghanistan tidak akan terus-menerus menjadi tempat aman bagi Al-Qaeda, ia mengutip pembicaraan antara Taliban dan AS.

“Meski hanya kecil peluang untuk tercapai kesepahaman dalam pembicaraan tersebut, tampaknya Al-Qaeda telah merasakan bahwa ada sesuatu yang salah,” katanya.

“Itulah alasan mengapa mereka pindah dari Afghanistan,” katanya.

Pembicaraan antara para perwakilan Taliban dan AS satu minggu silam tidak mendapatkan hasil setelah Taliban menolak iming-iming tawaran untuk mengendalikan enam provinsi jika mau menerima kehadiran pasukan asing dan delapan pangkalan militer AS di berbagai penjuru Afghanistan.

Akan tetapi, kedua kubu dilaporkan telah sepakat untuk melanjutkan diplomasi rahasia yang diperantarai oleh Arab Saudi dan Turki.

Sumber Intelijen senior dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa ada banyak pemimpin senior Al-Qaeda dilaporkan tengah mencari tempat baru di Afrika.

“Sejumlah pemimpin Al-Qaeda telah berpindah ke Afrika, dimana tempat yang mungkin menjadi tujuan adalah Somalia,” kata seorang pejabat senior dinas intelijen Pakistan.

Para analis pertahanan dan keamanan meyakini bahwa Somalia akan menjadi “tempat pemberhentian” selanjutnya. “Somalia adalah lokasi berikutnya yang mungkin menjadi tempat singgah jaringan Al-Qaeda,” kata Profesor Hassan Askari Rizvi, seorang pengamat senior masalah keamanan, kepada IslamOnline.

“Kontrol dari pemerintahan Somalia tidak terlalu kuat, hal tersebut menjadi alternatif bagi para pemimpin Al-Qaeda.”

Kelompok Shabab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda, telah melancarkan perang untuk menentang pemerintahan transisi dan pasukan penjaga perdamaian Afrika. Kelompok tersebut mengendalikan sejumlah besar wilayah di Somalia, yang banyak dilanda perang.

Pejabat intelijen tersebut mengatakan bahwa Ayman Al-Zawahiri, orang kedua Al-Qaeda, juga mempertimbangkan untuk pindah ke Afghanistan.

Sumber-sumber Taliban mengatakan bahwa para pemimpin Al-Qaeda memang telah berpindah, namun alasan pindah tersebut berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh pihak intelijen.

“Hal itu adalah sebuah proses berkesinambungan,” kata seorang pemimpin Taliban yang tidak menyebutkan namanya, kepada IslamOnline.

“Sejumlah pemimpin Al-Qaeda telah pindah ke berbagai negara yang berbeda, termasuk Eropa dan Iran dalam delapan tahun terakhir.”

Noor Zaman Achakzai, seorang pengamat masalah keamanan yang berbasis di kota Chaman, Pakistan, yang berbatasan dengan provinsi Kandahar, sebelah selatan Afghanistan, mengamini hal tersebut.

“Saya pribadi mengetahui bahwa ada ratusan anggota Al-Qaeda yang telah terbang ke Eropa dan Afrika dalam tujuh hingga delapan tahun terakhir melalui Iran,” katanya.

Sementara itu, sang pemimpin Taliban membantah anggapan para agen intelijen yang menyatakan bahwa para pemimpin Al-Qaeda pindah dari Afghanistan karena khawatir akan “diceraikan” oleh Taliban. “Bukan itu yang terjadi, mereka memutuskan untuk pindah agar dapat mengalihkan perhatian tentara penjajah dan membuka front-front baru. (dn/io)

Sumber: http://suaramedia.com

Ungkap Konspirasi Barat-Serbia, Mantan Jubir PBB Hadapi Hukuman Berat

Racun Obama Berhasil Ceraikan Taliban – Al-Qaeda?