Taliban Siapkan Peti Mati Bagi "Murid-murid Baru AS" di Afghanistan

Kelompok pejuang Taliban bersumpah untuk meningkatkan serangan mereka terhadap pasukan AS di Afghanistan. Hal itu diungkapkan menyusul janji Barack Obama untuk menerjunkan ribuan orang pasukan ke negara yang dikoyak perang tersebut.
Juru bicara Taliban, Yousuf Ahamdi, pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan yang intinya mengatakan bahwa langkah tersebut hanya akan memantik perlawanan yang jauh lebih kuat.
“Obama akan menyaksikan iring-iringan peti mati dari tanah Afghanistan yang dipulangkan ke Amerika,” kata Ahamdi sebagaimana dikutip oleh Kantor Berita AFP.
Pernyataan tersebut semakin menekankan bahwa AS akan menghadapi nasib yang tidak jauh berbeda dengan pasukan penjajah Uni Soviet yang terpaksa mengambil langkah seribu karena menelan pil pahit kekalahan dalam perang di Afghanistan pada tahun 1980an lalu.
“Ini adalah sebuah strategi penjajahan yang hanya bertujuan untuk mengamankan kepentingan investor Amerika, dan hal itu menunjukkan bahwa Amerika memiliki rencana-rencana kotor, bukan hanya untuk Afghanistan, melainkan untuk seluruh kawasan (Asia dan Timur Tengah),” bunyi pernyataan tersebut.
“Mereka (AS) akan menarik diri dengan penuh rasa malu,” kata juru bicara Taliban tersebut seraya menegaskan kembali kata-katanya. “Mereka tidak akan mampu mencapai harapan dan tujuan yang mereka canangkan.”
Taliban menunjukkan sikapnya berselang satu hari setelah Obama dan para sekutu NATOnya berjanji untuk menerjunkan setidaknya 40.000 orang pasukan tambahan ke Afghanistan untuk mengakhiri delapan tahun konflik berkepanjangan yang melanda negara tersebut.
Sekretaris jenderal NATO mengatakan bahwa negara-negara non-AS akan memberikan kontribusi setidaknya 6.000 orang pasukan tambahan pada tahun depan.
Meski sudah tercatat ada 120.000 orang pasukan asing yang tengah memerangi Taliban di Afghanistan, mereka masih belum mampu mengendalikan keadaan di negara tersebut.
Taliban digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan menyusul invasi pimpinan AS di negara tersebut pada tahun 2001.
Lebih dari 1,2000 orang pasukan AS telah kehilangan nyawa di Afghanistan sejak perang mulai pecah di negara tersebut delapan tahun yang lalu.
Obama mencapai keputusan untuk menerjunkan pasukan tambahan ke Afghanistan setelah berembuk selama lebih dari tiga bulan dan menggelar 10 pertemuan penting dengan para penasehatnya.
Dalam pidatonya di akademi militer West Point di New York, Obama mengatakan, “Gerakan Al-Qaeda dan Taliban telah mulai mengambil alih sejengkal demi sejengkal wilayah Afghanistan, sembari melancarkan tindak terorisme terhadap Pakistan.”
Ia menambahkan, “Pasukan AS tidak mendapatkan dukungan yang mereka perlukan untuk secara efektif melatih dan bekerjasama dengan pasukan keamanan Afghanistan dan mengamankan kawasan tersebut.
“Saya telah menetapkan bahwa pengiriman pasukan tambahan sebanyak 30.000 orang ke Afghanistan sebagai kepentingan nasional yang amat vital,” kata Obama di hadapan para taruna. “Setelah 18 bulan berlalu, maka pasukan kita akan mulai ditarik kembali ke AS.”
Misi di Afghanistan, menurut Obama, adalah untuk mengalahkan Al-Qaeda, membalikkan momentum yang diraih Taliban, dan memupuskan kemampuan gerakan tersebut untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan pemerintah. (dn/pv/nv)
Sumber: http://suaramedia.com

9 Imam Libya Tewas oleh Serangan Pesawat NATO

Gaddafi: Serangan NATO Tidak Bisa Membunuh Saya