Telkomsel Pimpin Perkembangan Evolusi Teknologi Terkini

Selain menggelar uji coba LTE yang memiliki kecepatan akses hingga 100 Mbps, di saat yang sama Telkomsel juga menguji teknologi Dual Carrier HSPA+ (yang memiliki kecepatan akses 42 Mbps) di 2 titik, yakni di Medan dan Denpasar. Telkomsel melihat LTE dan Dual Carrier HSPA+ sebagai salah satu teknologi alternatif yang dibutuhkan untuk melayani perkembangan mobile broadband, khususnya untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan kapasitas dan kualitas layanan mobile broadband yang lebih handal.

Dalam uji coba LTE di jakarta dan Dual Carrier HSPA+ di 2 kota lainnya, Telkomsel telah menggandeng 3 mitra. Untuk uji coba LTE di jakarta, Telkomsel telah bekerja sama dengan Huawei. Sedangkan untuk uji coba Dual Carrier HSPA+ di Medan, Telkomsel bekerja sama dengan Ericsson. Sementara uji coba di Denpasar, Telkomsel bermitra dengan Nokia Siemens Networks (NSN).

Menurut Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, “Kesiapan dalam mengujicoba teknologi terbaru ini semakin menguatkan komitmen Telkomsel dalam berinvestasi sekaligus memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband.”

Saat ini perkembangan mobile broadband masih pada initial stage, di mana teknologi yang dimanfaatkan masih berbasis 3G, yang telah berevolusi ke HSDPA/HSUPA dan HSPA+. Teknologi tersebut terus berevolusi menuju ke HSPA+ (42Mbps, 84Mbps, dan 168 Mbps). Sementara di sisi lain teknologi baru seperti LTE juga mulai tersedia, di mana baik LTE dan LTE Advance menawarkan kapasitas dan kualitas melebihi HSPA+. Dengan LTE, layanan data dapat diakses dengan kecepatan hingga 172 Mbps, sementara LTE Advance menawarkan kecepatan hingga 300Mbps, 600Mbps, bahkan 1 Gbps.

Dalam uji coba kali ini Telkomsel melakukan pengkajian teknis maupun bisnis teknologi LTE, terutama kebutuhan akan sumber daya, seperti alokasi frekuensi untuk men-deploy LTE, kebutuhan investasi baru bagi penyelenggaraan LTE, serta pendayagunaan investasi existing yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan implementasi LTE. Seluruh upaya ini dilakukan untuk mendukung perkembangan layanan mobile broadband ke depan yang sangat membutuhkan bandwith besar, seperti: data kecepatan tinggi hingga 150 Mbps (downlink) dan 50 Mbps (uplink) untuk mendukung high definition streaming video, Voice over Internet Protocol (VoIP), dan aplikasi-aplikasi lain yang membutuhkan data kecepatan tinggi.

Uji coba teknologi LTE dan Dual Carrier HSPA+ ini merupakan rangkaian upaya Telkomsel dalam mengimplementasikan pengembangan roadmap teknologi selular ke tingkat yang lebih tinggi. Diawali dengan layanan 3G pertama kali di Indonesia secara komersial pada 14 September 2006. Selanjutnya, Telkomsel meluncurkan layanan mobile broadband Telkomsel Flash berbasis teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) pada 6 April 2007 serta proyek Telkomsel Next Generation Flash dengan mengimplementasikan teknologi HSPA+ (High Speed Packet Access Plus) di 24 broadband city di Indonesia mulai 4 November 2009.

Menurut Presiden Direktur Huawei Indonesia Ma Yue, “Kontribusi signifikan Huawei dalam perkembangan teknologi LTE ditunjukkan lewat teknologi and inovasi kami yang terkemuka dalam menyediakan singleRAN berdasarkan SDR (Software Defined Radio) yang merupakan platform akses terpadu untuk mendukung teknologi seperti LTE, UMTS and GSM dalam satu platform. Penyebaran LTE yang luas dapat memperkuat tingkat komunikasi informasi, memajukan efisiensi kerja, dan menurunkan biaya operasional untuk keuntungan industri telekomunikasi Indonesia.”

Presiden Direktur Ericsson Indonesia Mats Otterstedt mengatakan, ”Pertumbuhan penggunaan data bergerak di Indonesia tumbuh beberapa kali lipat setiap tahunnya. Untuk terus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggannya, Telkomsel memerlukan teknologi tercanggih. Ericsson sebagai pemimpin dalam teknologi selular merasa bangga dapat bermitra dengan Telkomsel dalam menerapkan solusi terkini bagi perkembangan mobile broadband di Indonesia.”

Sedangkan Head of Sub-Region Indonesia Nokia Siemens Networks Richard Kitts menambahkan, ”Para pelanggan Telkomsel akan segera menikmati kecepatan data downlink hingga 42Mbps untuk mobile broadband, dua kali lipat kecepatan saat ini. Nokia Siemens Networks menyediakan upgrade HSPA+ untuk Telkomsel dengan tujuan meningkatkan pangsa pasar trafik dan juga pendapatan dari layanan data.”

Ke depannya LTE dan Dual Carrier HSPA+ diprediksi akan membawa perubahan industri telekomunikasi cukup signifikan, di mana pada era LTE perkembangan layanan berbasis data akan semakin pesat seiring dengan peningkatan kemampuan teknologi akses tersebut. Perkembangan layanan berbasis data juga ditentukan oleh berbagai aplikasi/service layer, seperti: teknologi IMS, Service Delivery Platform (SDP), dan Cloud Computing. Di sisi lain, untuk mengembangkan berbagai layanan ke depan, operator membutuhkan dukungan dari mitra kerja, seperti: penyedia konten, aplikasi, dan device.

Tentang Telkomsel (www.telkomsel.com)
Saat ini Telkomsel dimiliki oleh pemegang saham PT Telkom 65% dan SingTel 35%. Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular dengan market share terbesar di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih dari 86 juta pelanggan. Telkomsel memiliki visi sebagai operator seluler penyedia solusi layanan mobile lifestyle terbaik dan terdepan di Asia Pasifik.

Tentang Huawei (www.huawei.com)
Huawei adalah pemimpin dalam penyedia jaringan telekomunikasi generasi terdepan, dan sekarang melayani 45 dari 50 operator besar, serta lebih dari satu juta pengguna diseluruh dunia. Perusahaan ini berkomitmen untuk menyediakan inovasi dan kustomisasi produk, layanan dan solusi untuk menciptakan nilai jangka-panjang dan potensi pertumbuhan bagi konsumennya.

Tentang Ericsson (www.ericsson.com)
Ericsson adalah pemimpin dunia untuk penyedia teknologi telekomunikasi dan services bagi para operator. Ericsson merupakan pemimpin pasar dalam teknologi bergerak 2G, 3G dan 4G, dan memasok layanan pengelolaan jaringan yang melayani lebih dari 2 milyar pelanggan dan memiliki posisi terdepan dalam layanan terkendali. Portfolio perusahaan meliputi jaringan infrastruktur bergerak dan tetap, solusi pita lebar bergerak serta multimedia bagi para operator, perusahaan dan industri media. Perusahaan gabungan Sony Ericsson dan ST-Ericsson menyediakan perangkat bergerak yang kaya fitur kepada para konsumen Ericsson terus bergerak maju untuk mewujudkan visinya “penggerak utama dalam semua komunikasi dunia” melalui inovasi, teknologi dan solusi bisnis yang berkelanjutan. Berada di 175 negara, lebih dari 80.000 karyawan telah menghasilkan pendapatan SEK206.5.9 milyar (USD27.1 milyar) pada tahun 2009. Didirikan pada tahun 1876 dan berkantor pusat di Stockholm, Swedia, Ericsson terdaftar pada pasar saham OMX NASDAQ, Stockholm, dan NASDAQ New York.

Tentang Nokia Siemens Networks (www.nokiasiemensnetworks)
Nokia Siemens Networks adalah pemimpin industri dalam teknologi yang hingga hari ini memiliki lebih dari 170 referensi jaringan radion 3G dan memasok ke 18 dari 25 operator WCDMA/HSPA/HSPA+ terbesar. HSPA/HSPA+ mendukung mobile broadband yang sesungguhnya dengan kecepatan downlink yang saat ini mencapai hingga 42 Mbps, dan meningkat hingga mencapai 168 Mbps di masa depan.

sumber: http://www.ericsson.com/id/ericsson/press/2010/21062010.shtml

11 Pria Terkejam di Dunia

Mats Otterstedt Pimpin Ericsson Indonesia