Terunkapnya Rencana Israel Pecah Belah Pemerintah Amerika

Sebuah undangan dari para anggota dewan Republikan untuk perdana menteri Israel agar berpidato di hadapan Kongres Amerika Serikat memperlihatkan rencana Israel untuk memecah belah para pejabat senior pemerintahan AS.
Para anggota dewan Republikan mengundang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di sesi gabungan Kongres AS bulan depan. Hal itu dilakukan untuk menggarisbawahi perbedaan antara Presiden Barack Obama dengan Netanyahu dan memulai proses “perlombaan diplomatik aneh” terkait pihak mana yang duluan menawarkan rencana menghidupkan kembali pembicaraan Israel-Palestina yang menemui jalan buntu, demikian dilaporkan New York Times, Rabu (20/4).
“Amerika dan Israel adalah kawan dan sekutu terdekat, dan kami menantikan mendengar pandangan sang perdana menteri mengenai kelanjutan kerja sama untuk perdamaian, kemerdekaan, dan stabilitas,” kata juru bicara Republikan untuk Dewan Perwakilan Rakyat AS, John A. Boehner dari Ohio dalam pengumuman mengenai niatannya mengundang Netanyahu.
Meski dalam beberapa bulan terakhir pemerintahan Obama mempertimbangkan apakah sang presiden harus menyampaikan pidato mengenai kerusuhan di kawasan Timur Tengah dan dunia Arab. Netanyahu, yang tidak percaya terhadap rencana Obama, mempertimbangkan untuk menguasai Gedung Putih dengan proposal miliknya sendiri di hadapan para anggota parlemen yang mendukungnya, demikian diwartakan surat kabar tersebut, mengutip pernyataan dari para pejabat dan diplomat AS.
New York Times mengutip keterangan dari mantan juru runding Israel Daniel Levy yang mengatakan bahwa siapa pun yang pertama kali memaparkan rencana, dialah yang memegang kendali.
“Jika Bibi (Netanyahu) duluan dan tidak menyampaikan rencana perdamaian yang tegas, maka sebenarnya akan lebih sulit bagi Obama untuk berkata-kata, terlepas apa yang dikatakan di hadapan Kongres dan sambutan mereka. Menurut saya inilah yang harus dilakukan,” kata Levy yang saat ini memimpin yayasan yang berpusat di AS, New America Foundation.
Artikel itu juga menyatakan bahwa permainan licik dalam politik tersebut, dalam istilah sejumlah pejabat, mencerminkan “permusuhan pribadi antara Obama dan Netanyahu.”
Pemberitaan tersebut juga memperjelas bahwa semakin meningkatnya ketegangan antara Obama dan Netanyahu dan juga rivalitas antara para anggota dewan Republikan dan Demokrat untuk menunjukkan kesetiaan total kepda rezim Zionis, berakar dari upaya-upaya yang dilakukan kelompok-kelompok lobi kuat pro-Israel di AS.
Pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS, menurut artikel tersebut, “Memberikan kesempatan kepada para pemimpin terpilih Amerika untuk mendemonstrasikan dukungan mereka untuk Israek di hadapan lobi Israel yang amat penting dalam perpolitikan.”
Sementara itu, Brian Katulis, seorang pakar keamanan nasional dari Center for American Progress, menuding para anggota dewan Republikan tengah berusaha menjadikan Israel sebagai isu mendesak bagi partai.
“Hal itu tidak baik bagi Israel dan tidak baik bagi Amerika Serikat,” kata Katulis. Ia menambahkan, “Pemerintahan Obama tidak akan pernah menentang gagasan pidato seorang pemimpin Israel di hadapan Kongres.”
Kelompok-kelompok lobi pro-Israel di AS kabarnya memberikan dukungan kampanye dan menyuntikkan dana kepada lebih dari 90 persen anggota parlemen di Amerika. (dn/pv)
Sumber: http://www.suaramedia.com

Helikopter NATO Kembali Jatuh di Afghanistan

Mantan Penguasa Tunisia Ben Ali Miliki Bintang Atas Namanya Sendiri