Thailand dan Kamboja Saling Menuduh

Perdana Menteri Thailand dan Perdana Menteri Kamboja saling melempar tuduhan setelah bertemu untuk pertama kalinya paska bentrokan di perbatasan bulan lalu.
Pertemuan antara Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva dan Perdana Menteri Hun Sen berlangsung hari Minggu (08/05) pagi di Jakarta, dan di hadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Usai pertemuan Hun Sen mengatakan pihaknya menunggu Thailand untuk menandatangi kesepakatan pengiriman tim peninjau dari Indonesia ke daerah perbatasan.
Usul tersebut disampaikan secara resmi oleh Presiden Yudhoyono pada pertemuan tiga kepala negara itu namun Hun Sen mengatakan Thailand tidak memberikan respons positif.
Sebaliknya Perdana Menteri Vejjajiva menuduh pihak Kamboja tidak konsisten dalam menyelesaikan permasalahan ini dan meminta Kamboja menarik pasukan militernya dari daerah konflik.
“Posisi Thailand sendiri konsisten pada persoalan ini dan untuk mencapai penyelesaian yang baik kami berusaha menghindari pertempuran maka kami berharap adanya kesepakatan penarikan pasukan dari tempat yg sensitif,” Vejjajiva mengatakan.
Vejjajiva juga menambahkan pihaknya tidak mempermasalahkan keterlibatan Indonesia sebagai penengah dan tim peninjau asalkan Kamboja memenuhi syarat yang disampaikan Thailand.
Selepas penutupan KTT ASEAN ke 18 hari Minggu, menteri luar negeri Thailand dan Kamboja sepakat untuk tinggal di Jakarta satu malam lagi untuk menyelesaikan dialog perdamaian yang ditengahi oleh menteri luar negeri Indonesia, ujar Hun Sen.
Pertempuran terakhir kali terjadi pada 22 April di sekitar kuil Ta Moan dan Ta Krabey yang terletak di kawasan hutan yang diklaim kedua negara.
Kawasan itu sekitar 200km sebelah barat kuil Preah Vihear yang dipertikaikan selama 900 tahun itu, yang menjadi ajang bentrokan dahsyat bulan Februari.
Sumber: http://www.bbc.co.uk

Revolusi Kuba dan Cita-cita Penyatuan Amerika Latin

Peringatan Kudeta April 2002 di Venezuela dan Kemunafikan Demokrasi Barat