Tiru Inggris, Hitler Ingin Dirikan Tamasya Nazi Terbesar

Pemimpin Nazi, Adolf Hitler ingin Nazi menjadi operator tur terbesar di dunia dengan mendirikan kamp liburan seperti kamp liburan Inggris Butlins. Hal tersebut diungkapkan sejumlah dokumen rahasia.
Rencana yang lama menghilang tersebut berisi tujuan untuk mendirikan rangkaian “resor super” yang mampu mengakomodasi 20.000 anggota Nazi yang berlibur sekaligus. Rencana tersebut ditemukan dalam arsip negara di Greifswald di timur laut Jerman, demikian diwartakan Daily Mail.
Tapi, keinginan sang diktator Jerman tersebut tersisihkan oleh rencana-rencana perangnya.
Salah satu dokumen mengungkapkan keinginan Nazi membangun “kamp liburan Inggris yang dirancang untuk memberikan liburan yang terjangkau bagi para pekerja pada umumnya.”
Berkas setebal 62 halaman yang ditemukan pekan lalu tersebut menjabarkan rencana dari Robert Ley, pemimpin Front Buruh Jerman Nazi, mengenai tempat peristirahatan Prora.
Kompleks beton yang dibangun di Pulau Ruegen, Baltik, itu merupakan satu-satunya kamp liburan yang dibangun berdasarkan proyek tersebut dan masih bertahan hingga saat ini.
Tapi, lokasi sepanjang 2,5 mil yang menghadap laut tersebut tidak pernah sempat ditinggali orang-orang yang berlibur karena perang pecah hanya selang beberapa pekan sebelum para turis pertama dijadwalkan tiba.
Dokumen-dokumen Greifswald tersebut menunjukkan rincian rencana pembentukan batalion buruh berkekuatan puluhan ribu orang untuk membangun hotel-hotel di sepanjang garis pantai Baltik Jerman dan Laut Utara.
Rencana-rencana tersebut sudah dilanjutkan dan ditemukan surat izin mendirikan bangunan di dalam arsip tersebut, yang merupakan izin pendirian bangunan hanya berselang beberapa bulan sebelum Perang Dunia II pecah pada September 1939 dengan invasi Jerman ke Polandia.
Dokumen-dokumen tersebut menjabarkan bagaimana Hitler memerintahkan pendirian lokasi liburan yang dapat memenuhi kebutuhan sendiri dengan sejumlah generator untuk menghasilkan listrik dan lokasi penyulingan air di kawasan tersebut.
Juergen Rostock, pemimpin pusat dokumentasi Prora, menyebutkan, “Rencana-rencana tersebut merupakan tambahan yang amat berharga untuk memahami sejarah Nazi untuk membangun tempat peristirahatan yang dirancang Nazi dalam skala besar.”
Total ada lima tempat yang direncanakan Nazi untuk membawa para pekerja pabrik berlibur. Liburan yang dirancang murni berisi propaganda dan kegiatan di pagi dan siang hari dilakukan berdasarkan latihan, kursus, dan dialog yang disetujui Nazi.
Konsep totalnya diperuntukkan bagi 110.000 pekerja Nazi dan anggota partai untuk berlibur di tepat-tempat peristirahatan tersebut.
Tapi, dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa Nazi mengalami masalah biaya, sama seperti perencana proyek besar saat ini.
Robert Ley, pengorganisasi yang diberi tugas menyediakan tenaga buruh untuk mengerjakan pembangunan tempat-tempat peristirahatan tersebut, memerintahkan bahwa Prora, yang mulai dibangun pada 1936, jika dikurskan dengan biaya sekarang, semestinya tidak menelan biaya lebih dari 25 juta pounds, namun membengkak menjadi 750 juta pounds.
Dalam sebuah memo, Ley menuliskan, “Tidak boleh ada kesan bahwa sejumlah besar uang dibuang di sini, yang mungkin lebih baik dipergunakan untuk persenjataan.”
Hanya Prora yang dibangun, sementara tempat-tempat peristirahatan lain yang direncanakan dibangun di dekat Hamburg, Wilhelmshaven, Bremen, dan Usedom tidak pernah terselesaikan. (dn/nk/dm)
Sumber: http://suaramedia.com

Rencana Baru Zionis Perluas Simbol Penjajahan di Yerusalem

Arsip Rahasia: Proyek UFO Adolf Hitler Bukan Fantasi