Turki Mulai Menyidangkan Perwira Militer Yang Berencana Lakukan Kudeta

Sebuah pengadilan Turki Kamis kemarin (16/12) mulai melakukan persidangan terhadap sekitar 200 tentara, di antaranya komandan senior, yang didakwa akan menjalankan suatu skenario untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa.

Sidang dimulai di ruang sidang besar di dalam sebuah kompleks penjara di Silivri, sebuah kota dekat Istanbul, dengan seorang hakim yang mengkonfirmasi identitas para tersangka. Para terdakwa merupakan tokoh high-profile hadir di ruang sidang diduga adalah dalang plot kudeta, pensiunan jenderal Cetin Dogan, serta mantan kepala angkatan laut dan angkatan udara, �zden Ornek dan Ibrahim Firtina.

Plot kudeta Sledgehammer dikatakan termasuk pengeboman dua masjid utama di Istanbul, serangan terhadap sebuah museum militer oleh orang-orang menyamar sebagai “fundamentalis Islam” dan provokasi ketegangan militer dengan tetangga Yunani. Dikatakan bahwa peristiwa ini akan menyebabkan kekacauan negara, yang memungkinkan militer untuk mengumumkan keadaan darurat dan menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan Partai AK yang berkuasa.

Penahanan dari para tersangka perwira tinggi setelah rencana kudeta terungkap adalah yang pertama dalam sejarah Turki, yang sebelumnya pihak militer dianggap “tidak tersentuh.” Para terdakwa, merupakan salah satu tokoh penting dalam pasukan NATO, menolak konspirasi apapun dan mengatakan skenario dibahas dalam seminar militer tujuh tahun yang lalu itu hanya untuk latihan permainan perang.

Pada hari Selasa lalu Dewan Hakim Agung dan Jaksa (HSYK) mengumumkan bahwa imereka akan menggantikan hakim ketua dalam kasus plot Sledgehammer karena tuduhan oleh kementerian keadilan bahwa ia memiliki hubungan dengan tersangka dalam sidang Ergenekon, serta memiliki koneksi ke jaringan narkoba dan kegiatan prostitusi.

Namun, waktu penugasan kembali hakim ketua, tepat dua hari sebelum dimulainya persidangan, menarik kritik dan spekulasi. Jenderal Purnawirawan Cetin Dogan, mantan kepala Angkatan Darat Pertama sebagai penulis utama dari rencana kudeta adalah tersangka utama. “Bila saatnya tiba di pengadilan untuk pembelaan diri, saya akan mengatakan bahwa kasus ini tidak memiliki dasar yang sah,” kata Jenderal Dogan.

“Saya sangat santai. Saya di sisi kanan dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar. Saya bukan orang dari rencana kudeta itu,” katanya sebelum masuk ke ruang pengadilan, yang terletak di sebuah komplek penjara.

Ratusan terdakwa, banyak diantaranya dianggap sebagai sekularis garis keras, sudah di sidang pengadilan yang sama sehubungan dengan serangkaian dugaan plot kudeta yang diduga didalangi oleh jaringan gelap Ergenekon.

Para petugas dalam kasus Sledgehammer, yang tidak ditahan dalam tahanan, akan menghadi hukuman penjara selama 15-20 tahun jika terbukti bersalah merencanakan untuk menggulingkan pemerintah. Sidang datang kurang dari enam bulan sebelum pemilihan parlemen. Erdogan secara luas diperkirakan akan memenangkan pemilihan selama tiga kali berturut-turut.

Militer Turki telah menggulingkan empat pemerintahan sipil sejak tahun 1960. (fq/agencies)

Sumber: http://www.eramuslim.com/

Konspirasi Kolonialis Eropa Menghancurkan Khilafah

Rahul Gandhi Yakini Ekstrimis Hindu Lebih Berbahaya Dari Pada Militan Islam