UNHCR: Belasan Warga Libya Melarikan Diri ke Tunisia

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan sekitar 15.000 orang telah melarikan diri dari pertempuran di Libya menuju ke Tunisia selama dua minggu terakhir.
“Sekitar 15.000 orang meninggalkan daerah ini dan melintasi perbatasan di Dehiba selama dua minggu terakhir,” kata juru bicara UNHCR Andrew Harpers dalam konferensi pers di Jenewa pada hari Jumat kemarin (22/4).

UNHCR memperingatkan akan masuknya lebih besar warga dari Libya ke negara tetangga. “Kami takut ini adalah awal dari sebuah eksodus besar-besaran,” tambahnya.
Perkembangan ini datang setelah pasukan yang setia kepada penguasa lama Libya Muammar Gaddafi meningkatkan serangan mereka di wilayah pegunungan barat negara itu.
Puluhan warga sipil dikatakan telah tewas dalam serangan selama seminggu terakhir. Banyak lagi warga yang juga mengalami luka-luka.
Wilayah – yang meliputi kota Nalut, Kalaa, Yafran dan Zintan – telah mendapat perhatian internasional sangat sedikit.
Daerah dekat perbatasan Tunisia dihuni oleh suku Berber, sebuah kelompok etnis tradisional yang selalu dipandang dengan kecurigaan oleh Kolonel Gaddafi.
Para pejuang di daerah itu baru-baru ini menguasai beberapa pos perbatasan di perbatasan Tunisia setelah mengalahkan pasukan Gaddafi.
Sementara itu, Wakil PBB untuk Urusan Kemanusiaan Umum Valerie Amos memperingatkan bahwa operasi kemanusiaan di Libya semakin menjadi lebih sulit dan berbahaya.
Amos sebelumnya mengunjungi kota Libya Misratah dan ibukota, Tripoli.
Dia juga mengatakan para pekerja kemanusiaan di Libya saat ini semakin masuk ke dalam suasana berbahaya dalam upaya mereka memberikan bantuan. (fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Gates Ramalkan Titik Balik Perang Afghanistan

Membahayakan, Drone Dipertimbangkan Amerika Latin