Untuk Pertama Kalinya Amerika Gunakan Drone Serang Pejuang Shabaab Somalia

Sebuah pesawat tak berawak AS menembak dua komandan senior pejuang Ash-Shabaab Somalia setelah mereka didapati memiliki hubungan dengan Al-Qaidah, Washington Post (WP) melaporkan, mengutip dari pejabat AS.
Serangan pada pekan lalu diyakini telah melukai dua petinggi Shabaab terkemuka dan di tengah munculnya keprihatinan yang meningkat dikalangan para pejabat AS tentang hubungan tumbuh antara pejuang Shabaab dan jaringan teror global, Washington Post melaporkan.
“Mereka (pejuang Shabaab) telah semakin berani akhir-akhir ini, sebagai hasilnya, kita telah menjadi lebih fokus pada kegiatan untuk menghambat mereka,” kutip seorang pejabat mengatakan. “Mereka saat ini sedang merencanakan operasi di luar Somalia.”
WP mengatakan Somalia sekarang negara keenam di mana Amerika Serikat dilaporkan menggunakan serangan pesawat tak berawak untuk membunuh tersangka militan, setelah Afghanistan, Pakistan, Libya, Irak dan Yaman.
Pejabat AS dikutip WP mengatakan dua komandan Shabaab memiliki “hubungan langsung” dengan Anwar al-Awlaqi, seorang pengkhotbah karismatik kelahiran Amerika yang diyakini bersembunyi di Yaman.
Pesawat AS dan pasukan khusus telah melakukan serangan rahasia di masa lalu di Somalia, tapi insiden pekan menjadi serangan pesawat tak berawak pertama AS di negara itu, kata WP.
Terakhir Kamis pekan lalu penduduk melaporkan terjadi ledakan besar di dekat Kismayo, kota pelabuhan selatan yang dikendalikan oleh Shabaab, diikuti oleh suara pesawat.
Seorang pejabat pejuang Shabaab di daerah itu mengatakan anak buahnya melaporkan adanya serangan pemboman udara pada basis Shabaab.
“Pesawat militer musuh melakukan sebuah pemboman udara di markas yang terdapat beberapa pejuang mujahidin tinggal. Laporan awal mengindikasikan pejuang mujahidin termasuk beberapa Muhajir (asing) meninggal,” kata pejabat itu, menolak disebutkan namanya.
“Kami percaya pesawat tersebut milik AS,” tambahnya. (fq/afp)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Serangan Roket Tewaskan 3 Tentara Amerika di Irak

Laporan: Amerika Melanjutkan Kontak Resmi Dengan Ikhwanul Muslimin