WikiLeaks Bocorkan Bualan Israel di Balik Palestina

Sebuah potret komentar di balik layar tentang isu-isu Palestina dirinci dalam serangkaian laporan koran Israel mengenai dokumen non-publik AS yang dimulai minggu lalu.
Kabel itu dirilis oleh pendiri website pembocor WikiLeaks Julian Assange pada koran Israel beberapa minggu terakhir. Cerita-cerita itu mulai diterbitkan pada hari Rabu (4/5) tapi segera tersingkirkan dalam agenda berita oleh meningkatnya kekerasan Israel di Gaza.
Laporan diplomatik itu mencantumkan bualan-bualan ke pejabat AS dari petinggi Israel, di parlemen, militer, dan gerakan pemukiman.
Kabel itu memperlihatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkritik Presiden Mahmoud Abbas di bulan November 2009 karena “ngambek”, menyatakan dalam percakapan dengan sekelompok legislator AS bahwa ngambek bukan sebuah kebijakan yang bagus.
Laporan itu melanjutkan, “Perdana menteri juga menuduh Palestina mengeksploitasi stereotip bahwa Netanyahu adalah seorang penghalang perdamaian, meskipun dia telah banyak bergerak ke arah mereka.”
Netanyahu mengeluh bahwa dia telah mendukung solusi dua pihak, menghapus pembatasan pergerakan di Tepi Barat, dan melunakkan pembangunan pemukiman dengan sedikit respon.
“Apa yang telah mereka (Palestina) lakukan?” keluh perdana menteri. “Persyaratan di atas persyaratan.”
Tepat sebelum Netanyahu menjabat di bulan Maret 2009, Perdana Menteri Ehud Olmert saat itu memberikan evaluasi yang berbeda terhadap para pemimpin Palestina, juga bertemu dengan anggota Kongres AS.
Abbas tidak seperti Arafat, kabel itu mengutipnya mengatakan, “Arafat adalah pembunuh, tapi Abbas adalah �orang yang menyenangkan�.”
Abbas dan perdana menteri Israel menghabiskan banyak waktu dalam “pembicaraan yang menyenangkan,” ujar Olmert.
Mayoritas pemilih Abbas di tahun 2005 memberinya kewenangan, tapi dia tidak menggunakannya, menurut opini Olmert.
“Namun, pengurus Perdana Menteri Salam Fayyad adalah seorang manajer yang baik, bukan politisi,” ujar Olmert.
Ditanya nasihat apa yang akan diberikan Olmert pada penerusnya, dia mengatakan tidak mau mempermalukan Netanyahu, memperhatikan bahwa penerusnya akan memberikan ide-idenya pada Abbas tapi presiden mungkin akan mengabaikannya.
Serangkaian pengungkapan itu didasarkan pada 10,000 kabel yang terkait dengan Israel, termasuk dokumen dari kedutaan AS di Tel Aviv dan konsulat di Yerusalem, yang mengandung beberapa informasi militer paling sensitif, menurut koran The Guardian.
Gelombang pertama dokumen yang bocor disebarkan di media internasional pada bulan November 2010, setelah mana Netanyahu mengatakan bahwa “Israel tidak terganggu sama sekali dengan publikasi di WikiLeaks.”
Assange mengatakan pada Al Jazeera di bulan Desember 2010 bahwa dia memiliki 2,500 arsip terkait ke Mossad, badan intelijen Israel. (rin/mn)
Sumber: http://suaramedia.com

Abbas: Palestina Akan Runtuh Jika Israel Paksakan Militer

Mullen: Perang di Libya Mendekati Remis