WikiLeaks: Moskow Adalah Sarang Koruptor

VIVAnews – Laman berita pembocor dokumen WikiLeaks masih terus menggelontorkan rahasia-rahasia catatan kabel diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia. Setelah beberapa negara seperti China, Prancis dan Iran, kini giliran Rusia yang terkena getahnya.

Pada dokumen kawat diplomatis terbaru yang dikeluarkan pada Rabu 1 Desember 2010, seorang diplomat Amerika menyebut bahwa Rusia adalah negara yang telah teracuni oleh korupsi. Pada catatan tersebut, si diplomat juga mengatakan bahwa ibukota Rusia, Moskow, sebagai kota cleptocracy, atau kota dengan pemerintahan yang sering mencuri dari warganya.

Catatan diplomatik itu dibuat pada saat Moskow dipimpin oleh walikota Yuri Luzhkov. Yang telah dipecat oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev September lalu. Pada catatan tersebut dikatakan bahwa Moskow adalah sarang koruptor.

“Luzhkov bertugas mengawasi sistem dimana semua orang dari berbagai tingkatan terlibat dalam sebuah bentuk korupsi atau tindakan kriminal,” tulis catatan yang dibuat pada bulan Februari tahun ini.

“Namun pemerintah Kremlin memaafkannya karena dia dianggap dapat mengumpulkan suara untuk partai berkuasa pimpinan Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin,” lanjut catatan itu lagi.

Pada catatan itu juga dikatakan bahwa korupsi telah meresap dan mengakar dengan kuat di masyarakat Rusia paska-Soviet. Walaupun Medvedev telah mengumumkan kampanye anti korupsi pada 2008, namun hanya sedikit yang bisa menerapkannya, ujar catatan tersebut.

Dikatakan juga pada catatan tersebut bahwa terdapat permainan kotor antara pemerintahan Medvedev dengan pelaku bisnis di Rusia. “Bisnis membayar kepada birokrasi dan birokrasi mempertahankan bisnis tersebut untuk memenangkan kompetisi,” tulis catatan tersebut.

Bocoran terbaru ini termasuk ke dalam 593 dokumen yang sudah dibocorkan. Pendiri Wikileaks, Julian Assange, mengklaim pada situsnya, mereka memiliki lebih dari 250.000 dokumen yang akan diterbitkan secara berkala di WikiLeaks. Dia mengatakan perlu berbulan-bulan sampai semua dokumen dapat ditayangkan.

Saat ini, Assange tidak diketahui keberadaannya, namun diyakini dia berada di suatu tempat di Inggris. Lelaki berusia 39 tahun menjadi incaran interpol setelah dituduh telah melakukan perkosaan di Swedia Agustus lalu. (sj)
� VIVAnews

Jullian Assange Ancam Buka Rahasia Besar

WikiLeaks: AS Kritik Habis Presiden Argentina