WikiLeaks Terus Permalukan AS Meski Pendirinya Ditangkap

NEW YORK, AMERIKA SERIKAT, Manycome.com – Meski si empunya Julian Assange ditahan namun situs Wikileaks tetap akan terus membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat yang bisa membuat malu negara adidaya itu.

`Tindakan terhadap pemimpin redaksi kami, Julian Assange tak akan mempengaruhi operasi. Kami akan merilis lebih banyak bocoran malam ini seperti biasa,` demikian disampaikan WikiLeaks dalam akun Twitternya, Selasa 7 Desember 2010 malam.

Sejauh ini, WikiLeaks telah membocorkan sejumlah dokumen yang melibatkan negeri Paman SAM dalam sejumlah isu sensitif, termasuk terkait Iran, Afghanistan, juga China.

Keputusan WikiLeaks untuk tetap maju melegakan di kalangan pendukung Assange — yang khawatir penahanan pria 39 tahun itu akan mempengaruhi kerja organisasi.

Julian Assange akhirnya ditangkap di Inggris, Selasa 7 Desember 2010 pukul 09.30 waktu setempat.

Penangkapan dilakukan atas pemerintahan Pemerintah Swedia. Assange ditangkap terkait tuduhan pemerkosaan, pelecehan seks, dan pemaksaan ilegal di negara Skandinavia itu.

Assange menyangkal tuduhan atas kasus kejahatan seksual yang terjadi saat ia berkunjung ke Swedia Agustus lalu. Pengacaranya mengklaim, tuduhan itu berasal dari `sengketa hubungan seksual yang disetujui kedua belah pihak namun dilakukan tanpa pengaman`. Namun, kata pengacaranya lagi, kasus ini dipolitisasi sedemikian rupa terkait aktivitas WikiLeaks akhir-akhir ini membocorkan sejumlah kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di seluruh dunia.

Namun, penuntut umum Swedia, Marianne Ny menolak klaim tersebut.

Assange masih berjuang menolak ekstradisinya ke Swedia. Sementara, pengadilan Westminster Magistrates telah menolak jaminan yang diajukan pihak Assange. Hakim Howard Riddle memerintahkan pria asal Australia itu ditahan.

-Pendanaan situs WikiLeaks diblokir

Tak hanya cobaan penahanan Assange, WikiLeaks saat ini juga sedang mengalami tekanan dalam hal pendanaan. Visa dan MasterCard telah menyatakan, mereka akan memblokir aliran uang ke website kontroversial itu.

Dalam surat elektroniknya kepada Associated Press, Visa inc mengatakan pihaknya sedang mengambil langkah untuk menangguhkan penerimaan pembayaran ke WikiLeaks sembari menunggu hasil investigasi, apakah sifat bisnis WikiLeaks bertentangan dengan aturan operasional Visa.

MasterCard juga mengeluarkan pernyataan serupa, `penangguhan pembayaran sampai situasi terpecahkan`.

Sementara, layanan pembayaran populer lewat internet, PayPal inc telah memutuskan hubungan dengan WikiLeaks. Sedangkan, aparat Swiss telah menutup akun bank Assange Senin lalu membekukan beberapa puluh ribu euro uangnya.

WikiLeaks sampai saat ini masih mengumpulkan sumbangan melalui transfer bank ke afiliasinya di Islandia dan Jerman, serta melalui surat ke alamat di University of Melbourne di Australia.

Pendukung WikiLeaks Kobarkan Perang Cyber: OperationPayback DDoS

WikiLeaks Bocorkan Dokumen AS Tentang UFO