WikiLeaks Tetap Online

Liputan6.com, London: WikiLeaks akan terus melansir kawat rahasia diplomatik Amerika Serikat, meski pendirinya, Julian Assange, menyerahkan diri pada pihak kepolisian di London, Inggris. Dalam akun Twitternya, pengelola laman itu menuliskan status, “Tindakan hari ini terhadap pemimpin redaksi kami, Julian Assange, tidak akan memengaruhi gerakan kami. Kami akan melansir lagi kawat pada malam ini. Seperti biasa.”

Pengacara Assange menyatakan, perkara Swedia itu dapat dikaitkan dengan keputusan WikiLeaks untuk menyiarkan ribuan naskah rahasia Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sepekan belakangan.

WikiLeaks tetap bergerak. Kami tetap di jalur seperti sebelumnya,” kata Kristinn Hrafnsson, juru bicara laman itu. “Setiap perkembangan menyangkut Julian Assange tidak akan mengubah rencana kami dalam hal penyiaran hari ini dan seterusnya. Kegiatan akan dijalankan sekelompok orang dari London dan tempat lain.”

Seorang wartawan WikiLeaks menyatakan karyawan di kantornya bertugas seperti biasa. “Semua itu akan tetap bergulir seperti biasa. Itu yang saya dapat katakan kepada Anda,” kata James Ball, yang mengulas kawat itu untuk WikiLeaks, kepada kantor berita Prancis AFP.

Beberapa surat kabar di seluruh dunia telah memiliki jalur khusus ke kawat WikiLeaks yang bakal menyediakan ribuan salinan naskah yang tergolong rahasia. Pekan lalu, Assange menyatakan bahwa ia sudah mengirim ribuan salinan lain yang akan disiarkan dalam di Wikileaks.

“Arsip skandal kawat itu telah tersebar ke lebih dari 100.000 orang secara teracak. Jika sesuatu terjadi pada kita, bagian kunci itu akan tersiar secara otomatik,” katanya dalam obrolan maya dengan koran Guardian. “Sejarah akan menang. Dunia akan terangkat ke tempat lebih baik. Akankah kita selamat? Itu tergantung pada Anda.”

Laman Swiss yang membeberkan naskah rahasia Amerika Serikat, Wikileaks.ch, kembali muncul pada Sabtu lalu setelah pindah ke penyedia layanan baru untuk melawan pentupan oleh penyedia layanan Amerika Serikat. “Sekitar dua jam setelah pemberangusan Wikileaks.ch oleh EveryDNS.net, kami mengambilalih sejumlah besar layanan DNS,” kata juru bicara Partai Peretas Swiss.

Sebelumnya, terdaftar lebih dari 21 laman pilihan tempat WikiLeaks dapat ditemukan, yang sebagian besar memiliki alamat asal Eropa, termasuk timpalannya di Jerman. Partai Peretas Swiss yang bergerak untuk kebebasan internet dan keterbukaan dibentuk pada 2009.

Jaringan lebih luas ke WikiLeaks Partai Peretas Swiss dapat didapat di http://www.pirateparty.ch/wikileaks_ch_blocked. Denis Simonet, pemimpin kelompok itu, kepada AFP menyatakan, ia mendaftarkan laman WikiLeaks.ch enam bulan lalu.

“Kami melakukannya untuk mendukung WikiLeaks,” katanya. “Dan, tidak dilakukan atas permintaan Assange.”(ANT/SHA)

Dukungan Terhadap Assange Bertambah

Australia Berjanji Akan Dukung Assange