Wisata Camping Di Danau Ranu Pani

Khas Wisata ~Wisata Camping Di Danau Ranu Pani,Bintang-bintang melirik, rembulan pun tersenyum. Cahaya temaram suguhkan suasana romantis. Aku duduk termenung ditepian Danau Ranu Pane kagumi karya Sang Pencipta, sadari diri, disini aku kecil dan tak berarti.

Perjalanan panjang dilalui sekitar 2 jam dari hotel kami didaerah Cemorolawang, Bromo menuju Danau Ranu Pane melewati lautan pasir dan savana yang luas, serta naik turun gunung dan melewati jurang yang curam.

Jeep Hard Top yang membawa kami untungnya diawaki oleh sopir yang gesit dan lincah Dengan sigap, dia dengan cepat melewati jalanan bebatuan yang jauh dari mulus, Jalan ini tentunya hanya pas buat pengemudi lokal yg berpengalaman dan bernyali besar. Mereka sepertinya bisa membaca apakah di balik tikungan ada kendaraan lewat. Buat orang kebanyakan, menjadi penumpang saja sudah cukup menggelisahkan.

Wisata Camping Di Danau Ranu Pani

Sulit membayangkan seandainya harus berpapasan di tikungan sempit, berhenti menggantung setengah kopling, mencari celah menghindar memberi jalan, krn memang tidak ada ruang yg mungkin utk membuat kesalahan.

Jujur saja didalam hati ini, ribuan kalimat dalam bentuk doa dipanjatkan untuk keselamatan dalam perjalanan. Dingin mulai terasa ketika kami masuk daerah Bantengan. Jurang terjal menganga disisi jalan. Namun sesudahnya, pemandangan spektakular ke seantero dataran tinggi Tengger adalah imbalan yg memadai.

Jalan melewati hutan pegunungan Perhutani dan seterusnya memasuki kawasan kebun kentang penduduk. Kami tiba di desa Ranu Pane, sebuah perkampungan yg damai dan sejuk di ketinggian 2,300 mdpl, dgn latar belakang kerucut puncak Semeru. Di belakang desa ini, ditemui dua danau dgn airnya yg kehijau2an, danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo.

Jam 17.35 WIB namun suasana seperti hampir tengah malam. Kami tiba disebuah telaga setelah menempuh perjalanan panjang dan mendaki. Suasana begitu tenang dan damai. Sesekali terdengar kicau burung dari kejauhan hutan belantara. Begitu sunyi, hingga suara jangkrik pun tak terdengar.

Danau Ranu Pane merupakan sebuah Base Camp yang menjadi awal start para pendaki sebelum ‘menaklukan’ Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Menurut Joko Puriady atau yang akrab disapa ‘Glemboch’, Kepala Resort Ranu Pane, resort ini luasnya sekitar 6 ribu hektar dan merupakan daerah konservasi dibawah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak 1994. Sebelumnya sejak 1985, masih dibawah Perhutani sebagai pengelola.

“Resort ini untuk mengakses Gunung Semeru, gunung tertinggi di Jawa. Luas Danau Ranu Pane sekitar 1,5 hektar dan terletak diketinggian 2200 dpl. Di sini semua pendaki berkumpul sebagai persiapan awal pendakian,” ujar lelaki berbadan tinggi besar ini menjelaskan.

Ketika ditemui ‘dikantornya’ tak jauh dari Danau Ranu Pane, Joko menceritakan bahwa sekitar tahun 1960-an, didaerah sekitar danau ini baru dihuni penduduk dari sekitar daerah pegunungan Tengger. Namun Joko juga mengungkapkan bahwa sebelum itu juga ada peternakan sapi yang pemiliknya orang Belanda.

Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa daerah ini merupakan Taman Nasional yang terfokus untuk konservasi.

“Jadi konsepnya eko-tourism. Kami menjaga, memproteksi cagar alam ini yang sebagian besar masih hutan belantara,” ujarnya.

Suasana ‘base camp’ sebelum menuju Semeru semakin meriah dengan keramaian yang ‘diciptakan’ para pecinta alam dengan membuat sebuah ‘konser kecil’. Lagu-lagu perjuangan dari Iwan Fals menemani dinginnya malam yang semakin menggigit

Baca juga :

Mungkin itulah Artikel Kali ini kami sampaikan, semoga tambah wawasan kita dalam dunia Pariwisata khusunya bagi anda yang suka berpergian mengeliling tempat-tempat terbaik dan populer, selamat traveling

Wisata Religi Di Pura Tirta Empul Bali

Resep Cara Buat Kue Donat Enak Dan Empuk