Wisata Sejarah Candi Jabung

Wisata Sejarah Candi Jabung

Khas Wisata ~Wisata Sejarah Candi Jabung , Setelah lelah berputar-putar mengelilingi ‘kota angin’ dan daerah yang kesohor dengan mangga dan anggurnya, seorang teman menyarankan untuk menengok sebentar sebuah candi warisan sejarah masa lalu yang masih tetap terawat keasrian-nya, dipinggiran kota Probolinggo.

Candi ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Probolinggo peninggalan Kerajaan Majapahit. Terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton dan berada pada ketinggian 8 m dpl. Candi ini terbuat dari batu merah dengan ukuran, panjang 13,11 m, lebar 9,58 m dan tinggi 15,58 m.

Sebelum dipugar, areal candi ini seluas 35 x 40 m dan sekarang telah mendapat perluasan 20.042 m2. Letak pintu bilik candi berada disebelah barat, maka Candi Jabung menghadap ke barat. Pada sisi barat masih terlihat bagian yang menjorok ke depan merupakan bekas susunan tangga naik memasuki candi.

Seperti bangunan candi umumnya, Candi Jabung terdiri dari bagian sub basement, bagian kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Ditinjau dari sudut arsitektur Candi Jabung sangat menarik, karena bagian tubuhnya berbentuk bulat (silinder) yang berdiri diatas bagian kaki candi bertingkat tiga berbentuk persegi. Sedangkan bagian atapnya berbentuk stupa. Situs candi terdiri dari 2 bangunan, 1 besar dan 1 kecil dan biasa disebut Candi Sudut.

Yang menarik adalah material bangunan candi yang berupa batu bata merah berkualitas tinggi yang kemudian diukir dalam bentuk relief. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun!

Candi ini begitu anggun dan cantik. Taman-taman disekitar menambah asri pemandangan. Kita dibawa terlena seperti berada dimasa lalu di masa kejayaan Majapahit. Pantas saja candi ini menjadi salah satu objek wisata unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo.

Menikmati suasana sekeliling candi, terasa sekali ketenangan yang membius perasaan untuk membawa lamunan hingga ke dimensi lain di langit ketujuh.

Terbayang dilamunan bagaimana suasana masa lalu, dimana masyarakat datang berkunjung untuk memberikan persembahan kepada Sang Hyang Widi agar diberikan kesejahteraan serta keselamatan. Ah…romantisme masa lalu kadang terlalu manis untuk dikenang.

Sekitar satu jam menikmati ‘kejayaan’ masa lalu Probolinggo, tak terasa waktu sudah hampir menjelang senja. Waktunya untuk berkemas-kemas kembali untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.
gambar sumber dari google image hosting
Baca juga :

Mungkin itulah Artikel Kali ini kami sampaikan, semoga tambah wawasan kita dalam dunia Pariwisata khusunya bagi anda yang suka berpergian mengeliling tempat-tempat terbaik dan populer, selamat traveling

Resep Minuman Cara Buat Wedang Jahe Ronde Spesial

Wisata Religi Di Pura Tirta Empul Bali